“Sejak zaman saya juga boleh. Bahkan saya pun mendaftar TNI masih boleh tapi umur saya sudah 62 tahun. Persyaratan administrasi, izin orang tua, sehat jasmani rohani, psikologi, akademik dan mental ideologi, saringan-saringan itunya,” kata dia. Tidak ada yang aneh dengan pernyataan Panglima TNI,” ucapnya.
Lagi-lagi Gatot menyayangkan rapat Panglima TNI itu tersebar kemana-mana. “Kalau rapat-rapat bisa bocor perlu dipertanyakan bagaimana keamanan di sana,” ujar dia.
Menurut Gatot Nurmantyo, tidak ada satupun orang di dunia ini bisa merencanakan dia lahir dari rahim seseorang. Jadi lanjutnya orang itu lahir bukan kehendak dia tapi kehendak Tuhan YME.
“Itulah yang menjadi landasan pikiran kita semua bahwa semua boleh mendaftar. Tapi TNI punya kisi-kisi, TNI punya pengalaman, TNI punya sejarah kelam, dan yang paling penting TNI adalah orang yang nanti dipersenjantai di organisasi. Maka kalau salah memilih tidak melalui testing berlapis, maka sangat berbahaya,” jelas Gatot.
Bagi Gatot apa yang disampaikan Jenderal Andika Perkasa sudah win-win solution. Ia meminta masyarakat tidak usah khawatir dengan TNI karena TNI punya paket tersendiri untuk mengetes siapapun menjadi prajurit TNI.
“Buktinya sampai saat ini tidak ada. Nah maksud saya, bahwa jangan dibesar-besarkan. Bangsa ini perlu bersatu. Jangan melihat kanan kiri,” ucap abituren Akmil 1982 ini.
Gatot meminta masyarakat tidak usah khawatir terhadap keturunan PKI. Menurutnya, bangsa ini sudah membuktikan bahwa keturunan PKI ada yang menjadi anggota DPR, pejabat-pejabat lain, tidak bermasalah.
“Yang bermasalah apabila ada yang mencetuskan lagi ide-ide untuk memasyarakatkan marxisme Leninisme Komunis apalagi buat organisasi dengan ideologi itu, itu bukan hanya anak PKI, bukan anak PKI dilarang TAP MPRS 25 tahun 1966 masih berlaku,” ujar Gatot Nurmantyo.

