2. Pergerakan AS Versus Rusia
Rusia dikabarkan telah memindahkan rudal berkemampuan nuklirnya ke dekat perbatasan Rusia-Polandia.
Rudal Iskander dikirim ke Kaliningrad, kawasan yang merupakan kantong Rusia di Laut Baltik–terletak di antara negara-negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania.
Pejabat Polandia mendeskripsikan langkah ini sebagai salah satu ‘isu penting’.
Negeri Beruang Merah juga baru saja meluncurkan misil barunya, Topol, yang diklaim sebagai yang tercepat sedunia.
Rusia meluncurkan misil itu dari kapal selam di Laut Barents pada Rabu 12 Oktober lalu. Peluncuran ini dilakukan setelah beberapa kali uji coba balistik dilakukan.
Hal tersebut disinyalir sebagai kesiapan Moskow menghadapi konflik internasional di masa depan. Demikian seperti dikutip dari Australian Network News, pada Jumat (14/10/2016).
Pada hari peluncuran, secara bersamaan militer Rusia juga menembakkan misil lainnya dari sebuah pulau di utara Rusia. Dan setelah itu, misil ketiga berupa roket nuklir diluncurkan dari kapal selam di utara laut Jepang.
Rusia juga disinyalir berniat membangkitkan lagi pangkalan militer era Soviet di Mesir, Kuba, dan Vietnam.
Sementara, pada Awal Oktober 2016, AS mengumumkan akan memperbarui sistem misil nuklirnya. Untuk bersiap menghadapi ‘serangan’ dari Moskow.
Menteri Pertahanan AS, Ash Carter juga telah meminta negara-negara NATO untuk memperbarui senjata nuklir mereka.
Kantor berita Prancis yang dikutip Morning Ledger melaporkan, AS berencana memperbaharui lebih dari 400 misil balistiknya. Termasuk mengganti nuklir Minuteman III yang kini berada di lokasi tersembunyi.
Pihak AS memperkirakan, jika Perang Dunia III pecah, semua akan berlangsung cepat. Hal itu dikemukakan dalam pertemuan tahunan Association of the US Army yang diadakan di Washington DC.
Pejabat militer AS yang datang ke pertemuan itu mengatakan, perlunya kesiapan menghadapi perang.”Konflik konvensional di masa depan akan sangat mematikan dan cepat,” kata Jenderal William Hix.
Hix juga menyebut perkembangan teknologi yang dicapai China dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga memperingatkan bahwa perkembangan tersebut adalah peringatan bagi Gedung Putih untuk mempersiapkan diri.
Pejabat Angkatan Darat lainnya, Letnan Jenderal Joseph Anderson mengatakan, “AS menghadapi ancaman dari negara-negara modern yang bersikap agresif dalam hal kompetisi dalam bidang militer.
Jenderal Mark Milley juga mengungkapkan hal senada. “Jika kita tak bersiap saat ini, tak terbayang tantangan apa yang akan kita hadapi.”
Lanjut Baca ke Halaman Berikutnya.

