Ditambah lagi dengan peralatan infra merah, Search Radar, dan sistem navigasi Omega, juga sistem navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan Data Processing Display System menambah keganasan si Camar Emas saat melakukan operasi pengintaian.
Berbasis di Skadron 5 Lanud Hasanuddin, Makassar, pesawat intai Boeing 737-200 ini hadir sejak tahun 1981 sebagai pengganti pesawat Grumman UF-1 Albatross.
Di Tahun 1993, salah satu pesawat menjalani program peningkatan kemampuan SLAMMR, Infra Red Detection System, Serach Radar, dan seluruh sistem navigasi serta komunikasinya.
Lanjut Baca di Halaman Berikutnya.

